Menafsir Negara di Tengah Krisis: Reinterpretasi Pancasila dan UUD 1945 sebagai Living Constitution melalui Hermeneutika Gadamer

Authors

  • Faizatun Khasanah Universitas Terbuka Tangerang Selatan Author
  • Umi Hafsah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado Author

Keywords:

Living Constitution, Pancasila, Politik Indonesia, Gadamer, Demokrasi

Abstract

Artikel ini mengkaji reinterpretasi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai living constitution melalui perspektif hermeneutika Hans-Georg Gadamer. Penelitian berangkat dari realitas berbagai persoalan kebangsaan kontemporer, seperti polarisasi politik, krisis demokrasi, lemahnya supremasi hukum, dan ketimpangan sosial yang menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai normatif konstitusi dan praktik kehidupan bernegara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filosofis-normatif dan studi kepustakaan. Analisis dilakukan melalui konsep fusion of horizons yang menekankan dialog antara horizon historis ketika Pancasila dan UUD 1945 dirumuskan dengan horizon kontemporer yang ditandai oleh globalisasi, digitalisasi, dan transformasi sosial-politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila dan UUD 1945 tidak dapat dipahami sebagai teks yang statis, melainkan sebagai konstitusi hidup yang terus mengalami aktualisasi makna sesuai perkembangan masyarakat. Hermeneutika Gadamer memberikan landasan filosofis bagi proses reinterpretasi tersebut sehingga nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman. Dengan demikian, reinterpretasi konstitusional menjadi prasyarat penting bagi penguatan demokrasi, budaya politik partisipatif, serta pembangunan kehidupan berbangsa yang berkeadilan.

Published

2026-08-04