Akulturasi di atas Piring: Jejak Kuliner Arab dalam Budaya Indonesia di Empang Bogor

Authors

Abstract

Kuliner bukan sekadar sarana pemenuhan kebutuhan biologis, melainkan teks budaya hidup yang merefleksikan proses migrasi, adaptasi, dan pertukaran antarbudaya. Artikel ini mengkaji akulturasi budaya melalui tradisi kuliner diaspora Arab serta pengaruhnya terhadap lanskap sosio-kuliner di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap pelaku kuliner, tokoh masyarakat, serta keturunan Arab-Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidangan khas Timur Tengah, seperti nasi kebuli, mandhi, kabsah, dan berbagai olahan daging, mengalami hibridisasi kuliner melalui penyesuaian cita rasa dan penggunaan bahan baku lokal. Proses akulturasi tersebut tidak hanya terjadi pada aspek kuliner, tetapi juga pada praktik sosial-keagamaan, terutama tradisi makan bersama dalam satu talam (muluk atau kembulan) yang memperkuat identitas kolektif dan kohesi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi kuliner Arab telah bertransformasi menjadi bagian integral dari khazanah budaya Indonesia melalui proses dialog budaya yang dinamis dan berkelanjutan.

Published

2026-08-06