Deviasi Khittah dan Politik Oposisi Lokal: Komunikasi Politik Mathla’ul Anwar dalam Kontestasi Elektoral Banten
Keywords:
Deviasi, Khittah, Oposisi, Komuniasi Politik, ElektoralAbstract
Artikel ini menganalisis deviasi khittah Mathla’ul Anwar (MA) dalam konteks politik oposisi lokal melalui kajian komunikasi politik MA pada Pilkada Banten 2017. Kajian difokuskan pada peran elite organisasi sebagai komunikator politik, pola pengambilan keputusan, serta implikasinya terhadap fragmentasi internal dan posisi MA sebagai ormas Islam kultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan teknik wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan analisis wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan politik yang bersifat elitis dan minim mekanisme musyawarah telah menggeser komunikasi politik MA dari praksis etis berbasis shura menuju mobilisasi simbolik yang top-down. Kondisi ini memicu konflik antara faksi struktural dan kultural serta menandai deviasi khittah organisasi. Dalam perspektif Pemikiran Politik Islam, temuan ini menegaskan problem ijtihad politik ormas Islam dalam demokrasi elektoral lokal yang ditandai oleh politik dinasti dan relasi kekuasaan informal, sekaligus menekankan urgensi komunikasi politik Islam yang etis dan deliberatif.
