Murid Bukan Celengan: Membongkar Pendidikan Gaya Bank melalui Dialog Paulo Freire dan Ibn Khaldun
Keywords:
Paulo Freire, Ibn Khaldun, pendidikan gaya bank, pendidikan pembebasan, pendidikan IslamAbstract
Artikel ini membaca ulang kritik Paulo Freire terhadap pendidikan gaya bank (banking education) melalui kritik Ibn Khaldun terhadap pengajaran yang bertumpu pada hafalan tanpa pemahaman, ringkasan yang berlebihan, dan kekerasan terhadap murid. Dengan metode kajian kepustakaan kualitatif berpendekatan filosofis-komparatif, artikel ini menganalisis karya utama kedua tokoh, yakni Pedagogy of the Oppressed beserta karya Freire lainnya dan Muqaddimah (terutama Bab VI), lalu menyandingkannya pada lima sumbu: hakikat manusia, tujuan pendidikan, relasi guru–murid, metode, dan hubungan pendidikan dengan struktur sosial. Hasil kajian menunjukkan titik temu yang kuat dalam penolakan terhadap murid sebagai wadah pasif dan terhadap kekerasan pedagogis, tetapi dengan jalan yang berbeda. Freire menempuh jalan politis-dialogis melalui konsientisasi dan praksis, sedangkan Ibn Khaldun menempuh jalan metodologis-peradaban melalui pembentukan keahlian (malakah), pengajaran bertahap (tadarruj), dan perhatian pada kondisi ‘umran. Keduanya saling mengoreksi. Ibn Khaldun mengingatkan bahwa dialog menuntut prasyarat penguasaan dan rasa aman, sedangkan Freire mengingatkan bahwa pendidikan tidak pernah netral terhadap struktur penindasan. Artikel ini menawarkan pembacaan kritik-silang (mutual critique) sebagai alternatif atas sintesis yang tergesa-gesa, dengan implikasi bagi pembaruan pendidikan Islam di Indonesia.


