Peran Edukasi Mental Block dan Penyuluhan Narkoba sebagai Langkah Awal Membangun Resiliensi Remaja (Desa Tegal Kunir Lor, Kec. Mauk)
Keywords:
Kuliah kerja mahasiswa (KKM), mental block, pencegahan narkoba, psikoedukasi, resiliensi remajaAbstract
Masa remaja merupakan periode perkembangan yang sarat dengan kerentanan psikososial,
terutama terkait dengan kesehatan mental dan risiko penyalahgunaan narkoba. Kondisi ini menuntut
adanya intervensi yang proaktif untuk membangun resiliensi atau ketangguhan diri remaja. Artikel ini
bertujuan menganalisis peran sinergis edukasi mental block dan penyuluhan narkoba sebagai
pendekatan dualistik untuk meningkatkan pemahaman yang menjadi fondasi dalam membangun
resiliensi remaja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui kegiatan pengabdian
masyarakat (Kuliah Kerja Mahasiswa/KKM) yang dilaksanakan di Yayasan Rumah Yatim Dhuafa
Rydha, Kecamatan Mauk. Partisipan adalah siswa setingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang
mengikuti program psikoedukasi dan penyuluhan secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan
bahwa pemahaman terhadap mental block sebagai faktor kerapuhan internal memperkuat relevansi
penyuluhan narkoba sebagai ancaman eksternal. Siswa mengalami peningkatan kesadaran akan
pentingnya pengelolaan kesehatan mental sebagai benteng utama pencegahan perilaku berisiko.
Disimpulkan bahwa pendekatan dualistik yang mengintegrasikan penguatan psikologis internal dengan
pengetahuan faktual eksternal merupakan strategi efektif untuk meningkatkan literasi psikologis dan
kewaspadaan remaja, yang merupakan komponen fundamental dan langkah awal yang penting dalam
upaya membangun resiliensi, serta layak dipertimbangkan sebagai model intervensi psikoedukatif pada
konteks serupa.
