Partisipasi Mahasiswa KKM STISNU Nusantara Tangerang Dan Warga Desa Tegal Kunir Lor Kec. Mauk : Semangat Gotong Royong Dalam Perayaan Hari Kemerdekaan
Keywords:
KKM, gotong royong, perayaan kemerdekaan, pemberdayaan masyarakat, modal sosialAbstract
Nilai-nilai kebangsaan, khususnya gotong royong, mengalami degradasi di era modern akibat perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Perayaan kemerdekaan memiliki potensi besar sebagai sarana revitalisasi nilai-nilai tersebut melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dalam memperkuat semangat gotong royong melalui perayaan Hari Kemerdekaan di Desa Tegal Kunir Lor, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode community-based development dan kerangka Asset-Based Community Development (ABCD). Program KKM dilaksanakan selama sebelas hari (5-17 Agustus 2025) melibatkan mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang, perangkat desa, Karangtaruna, dan masyarakat dalam berbagai kegiatan lomba dan gotong royong. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dokumentasi kegiatan, dan wawancara singkat dengan peserta. Program berhasil menyelenggarakan enam kategori lomba yang meliputi mewarnai, marathon, karaoke, Mobile Legends, adu layangan, dan kebersihan lingkungan dengan partisipasi aktif dari berbagai kelompok usia mulai anak-anak hingga lansia. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menciptakan sinergi positif yang memperkuat kohesi sosial, meningkatkan sense of ownership masyarakat terhadap kegiatan, dan menghidupkan kembali tradisi gotong royong yang sempat memudar. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai media pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa dan sarana pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi. Program KKM terbukti efektif sebagai instrumen penguatan modal sosial dan revitalisasi nilai gotong royong di masyarakat desa. Pendekatan community-based development yang diterapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi pemberdayaan masyarakat dan menciptakan jejaring sosial yang berpotensi mendukung program-program pembangunan desa di masa depan.
